Cari

Coretan Kehidupan

Berdamai dengan keadaan dan memeluk erat kebencian.

Kategori

Pengalaman

Rahasia perasaan

Senja ini, dimana dedaunan menari dengan indah karena sautan sang udara yang menyejukan, karena sapaan sang angin yang sedikit kencang, dalam waktu bersamaan pun perasaan, hati, dan pikiran ini seperti disapa oleh lantunan musik yang menyayat hati, musik yang membawa kepada masa lalu, musik yang pernah ku dengarkan bersama seorang malaikat ku, bersama ibu , aku mendengarkan musik dari salah satu film, dulu aku tak tau mengapa ibu ku sedih ketika menonton film, dan kini aku pun tau, aku pun telah mengerti apa yang ibu ku rasakan dulu, ketika hanya menonton sebuah film dan memaknainya.

Pengalaman hidup, hal itu yang membuat setiap orang bisa merasakan hal yang terdapat di film, bahkan di novel sekalipun, dan begitulah, beginilah, apapun ini dan itu tetap ini lah hidup, semua terbungkus oleh logika dan perasaan.

Terkadang ada perasaan yang disembunyikan, terkadang ada pengalaman hidup yang ingin di lupakan, tetapi semua itu sangat sulit untuk dilupakan, di sembunyikan begitupun yang kurasakan kini.

Tentang dirinya yang akan selamanya berada di memori dan perasaan ini, seseorang yang membuat ku nyaman, dia yang membuatku harus berjuang sampai saat ini, tetapi kini ia telah bersama lelaki lain, bersama lelaki yang lebih baik dariku mungkin dan itu pun semua karena salahku, kini aku hanya bisa menyimpannya dalam hati, perasaan, dan logika ini.

Dia? siapa dia? Aku bertemu dengannya ketika melaksanakan Praktek Kerja Lapangan, dia setiap hari memberi ku tugas, berinteraksi dengannya, bercanda bersamanya, 3 bulan, waktu yang singkat? sangat singkat bagi ku dan dia, sangat singkat untuk saling bertemu, untuk saling mengenal, sampai suatu hari pun aku harus merelakannya, untuk menggapi cita-citaku, untuk memperbaiki jasad dan rohani ini, hanya untuk dirinya kelak, tetapi mungkin semua itu rencana yang hanya sebuah rencana.

Dia dan lelaki itu telah di restui, sedangkan aku? mungkin tidak, hanya karena usia, hanya karena aku meninggalkannya ketika itu, dan sampai saat ini pun aku belum bisa membuka hatiku, walau ada beberapa yang sempat ingin singgah di perasaan ini, tetapi tetap dia yang selalu aku fikirkan, yang selalu aku kenang, mungkin semuanya hanya untuk di kenang.

Dari semua hal itu aku tidak ingin merencanakan sesuatu, aku ingin agar Allah lah yang menggerakkan hati, dan jasad ini untuk melakukan sesuatu, aku masih takut untuk membuat rencana lagi, apapun itu, hanya menjauhkan diri dari kata kecewa.

Mungkin dia kini menjadi sahabat, atau semacamnya, tetapi dia tetaplah dia yang sama di hati ini, dia yang sama dalam kenangan itu, dia yang sama dalam logika ini.

Mungkin semua telah berakhir, tetapi kenangan itu tak pernah berakhir.

Iklan

Aku dan Mereka

Hembusan angin pagi di kota ini seakan berderu, berbisik dan mengingatkan kembali begitu kerasnya hidup, begitu munafik nya manusia, begitu fananya kehidupan, tetapi ketika kehidupan sesungguhnya ini kujalani, merasakan berat yang ku pikul “sendiri” menjadi terasa amat berat, ketika semua itu ku rasakan, aku bertemu dengan mereka.

Mereka? siapa? apa? bagaimana?

Ya, mereka adalah 3 anak manusia hebat dari beberapa yang ku punya, mereka hidup di dalam hati ini, aku bertemu dengan mereka ketika di SMK dan di Organisasi yang pernah ku ceritakan pada tulisan ku sebelumnya.

Seseorang dari mereka memiliki wibawa yang sangat aku kagumi, memiliki kelebihan yang sangat hebat, betapa tidak? Pintar, mudah memahami apapun, tentunya baik dan juga penuh dengan makna hidup ya dialah si wibawa.

Mereka lainnya adalah seseorang yang sangat tegas dengan kehidupannya, seseorang yang penuh prinsip hidup dan seseorang yang sangat mudah dalam bergaul  ya dialah si tegas.

Dan salah satu dari mereka yang terakhir yaitu orang yang hidupnya penuh dengan tontonan, orang yang masih memiliki sifat kekanakan lebih, walau di tahun ini dia ingin mulai beranjak dewasa, tetapi tetap aku memanggilnya si bocah.

Tidak ada hal aneh dari aku dan mereka hanya saja setiap kejadian yang aku dan mereka lalui terasa aneh, aku dan mereka berkumpul dalam sebuah group chat, dari situ kami bertukar pikiran, kami semakin dekat, hingga akhirnya aku pun merasakan betapa bangga dan tentunya bahagia bisa bertemu dengan mereka, ketika slah satu dari kami bingung, kami bisa menuangkan isi hati kami di group itu dan mendiskusikannya.

Hingga suatu hari kami pun pergi berenang bersama, awalnya aku dan mereka menentukan pada hari minggu tetapi tiba-tiba si bocah mengganti jadwal menjadi hari sabtu, dan jumat malamnya kami pun kelabakan menentukan tempat untuk bermain air itu, dan jatuhlah pilihan pada kolam renang sagara. Kami langsung salaing memberi pendapat tentang teknis keberangkatan dan pukul 8:00 kami harus menjemput si bocah, bagiku itu tak apa, karena memang kondisi rumah si bocah yang lumayan jauh. Esok hari nya aku sudah bersiap pada pukul 6:45 untuk berangkat, pagi sekali? ya aku dan si wibawa pun harus menjemput si tegas, karena dia pun tak ada kendaraan yang bisa digunakan pada saat itu. Dan akhirnya aku berangkat tetapi tiba-tiba si wibawa mengirim pesan kepadaku yang intinya bahwa dia meminjam helm, dan aku pun membawa helm lebih, setelah itu kami berjanji untuk bertemu di seseupan, aku pun menunggu, selama menunggu aku asyik dengan sebuah novel, novel yang sangat hebat dan luar biasa, oh yah ketika itu si wibawa pun berpesan lagi bahwa helmnya sudah ada, apabila ingin langsung menjemput si tegas silahkan, tidak tetapi aku tetap menunggu karena perjanjian awal yaitu pergi bersama, dan aku pun tengah asyik membaca novel. Ketika masih asyik dengan novelku si wibawa pun tiba sambil meminta maaf karena lama dan sebagainya, tetapi aku tidak apa-apa tidak merasa di repotkan. Dan kami pun lanjut menuju rumah si tegas, sampai di gang nya aku dan si wibawa mengobrol memecah sunyi di pagi hari, ketika itu langsung saja akau telepon si tegas karena aku merasa janggal lama sekali si tegas tidak muncul, dan mau tau? dia di sebrang gang nya ternyata. Haduh betapa idiotnya kami saat itu dan kami tertawa seperti anak kecil. Lanjut kami menuju rumah sibocah, setibanya disana si bocah belum siap, dan aku pun dengan tingkah idiot ku berbicara soal buah berambut, ya rambutan, mengapa? karena di rumah si bocah terdapat beraneka ragam tumbuhan, yang aku ingat hanya rambutan, dan ketika itu aku melihat rambutan yang ama dekat dengan tingkah kekanak-kanakan ku aku mencoba untuk mengambilnya dan dapat lalu aku makan saja, dan begitu manis si daging buah nya. Tidak lama dari tindakan bodoh ku itu ternyata si bocah sudah siap, langsung saja kami meluncur menuju kolam renang.
Setibanya disana kami langsung memarkirkan motor, dan mau tau? aku, si wibawa, dan si tegas belum sarapan, dan kami pun memarkirkan motor saja si sagara lalu kami mencari sarapan, dan dapat, bubur ayam, kami pun langsung menyantap sarapan itu dengan canda tawa, begitu panjang waktu apabila bersama orang terkasih. Lanjut kami masuk ke sagara dan membeli tiket terlebih dahulu, ketika aku dan si wibawa membeli tiket, si tegas sedang ke Anjungan Tunai Mandiri, aku kira si bocah bersamanya, ternyata tidak, setelah menunggu si tegas baru kami masuk bersama, waw, luar bisa, keren, hanya atlet renang yang kami dapati, sedang kami hanya perenang ulung. Setiba disana kami mencari tempat duduk, awanya di pojok tetapi aku merasa risih, ada yang sedang di perbaiki di sana jadi aku memberi saran untuk pindah, dan kami pun pindah, disana kami berbincang-bincang ringan sambil bercanda, aku pun merasa ingin lanjut berenang, aku merasa telah lama tidak berenang selepas ke pulau itu. Aku masuk ke kolam tersebut dan airnya jernih, kedalaman yang cukup dan aku mulai kesana kemari, jauh, lelah, dan hal aneh nya nafasku, terasa sedikit aneh, biasanya bila berenang nafasku teratur, tetapi akhir-akhir ini sulit sekali bernafas ketika berenang.
Beberapa menit kemudian si wibawa, si tegas, dan si bocah menyusul ku masuk ke dalam kolam renang, ya kami seperti biasa, melakukan hal bocah, kekanakanakan lainnya, sit up di tempat loncat para atlet renang lah, belajar gaya anjing lah agar tidak tenggelam, ya itu lah kami, setelah itu kami semua belajar berenang pelan pelan, sampai aku merasa bosan ya kebiasaan hina ku muncul lagi, aku mulai rol depan di air seperti yang mereka inginkan, mengapa mereka tau aku bisa rol depan di air? ketika snorkeling di laut aku pun melakukan hal itu. Beberapa lama kami renang, kami pun menemukan ide gila lainnya foto di bawah air, kebetulan si wibawa membawa water proofnya, dan mulailah kegilaan kami berfot-foto ria, sampai tiba pukul 11:30 lalu kami menyudahi acara berenang tersebut, mungkin itu kejadian aneh dan begitu mengesankan ketika bersama mereka.

Hanya saja.

Akhir-akhir ini kami jarang berkomunikasi, jarang bertukar pikiran seperti hari-hari sebelumnya mungkin karena kesibukan satu sama lain, atau mungkin juga ingin mencari pengalaman, kesibukan bahkan pendapat dari orang lain, entahlah walau seperti itu adanya aku tetap menyayangi mereka, aku tetap berusaha menjadi sesosok sahabat bagi mereka.

Cinta, Sahabat dan Tujuan hidup tidak bisa di jelaskan tetapi hanya bisa di rasakan dan di maknai

 

Akhir untuk awal yang indah part 2

24 Desember 2015

Ketika pagi itu, dimana Eko, Indra, Annas telah kembali ke kosan ku, akupun terbangun dari tidur singkat ku, ya hanya 60 menit aku mengalami mati sekejap itu, dan aku pun terbangun, begitupun Rahmat lalu kamipun teringat kami belum shalat Isya, lalu kami semua langsung segera ke Masjid yang terletak tidak jauh dengan kosan ku, kami shalat Isya pada pukul 4 dimana adzan Shubuh akan berkumandang, tetapi setelah shalat Isya kami pun kembali lagi menuju kosan ku dan kami siap-siap untuk keberangkatan hari ini. Alpiansyah dan aku hanya mencuci muka saja, begitupun dengan Eko dan Annas tetapi ada 1 hal yang ganjal, Indra, dia malah berkeramas, entah apa alasannya aku tidak tahu jelas. Setelah itu kami siap-siap membawa semua yang akan diperlukan di Pulau nanti, ketika telah beres semua kami langsung menuju Mesjid tempat kami shalat Isya sebelumnya, lalu berjamaah lah mereka. Mereka? aku dimana? aku telah shalat terlebih dahulu karena aku sedang menunggu konfirmasi dari driver salah satu taxi online. Dan kami pun akhirnya di jemput oleh driver tersebut di dekat kosan ku. Lalu kami pun minta di antar menuju Stasiun Jakarta Kota, stasiun? bukannya akan ke pelabuhan? menyebrangi pulau? Ya awal nya kami akan berkumpul di stasiun itu, tetapi para wanita memutuskan langsung menuju pelabuhan, di stasiun telah bertengger 2 makhluk tuhan hebat lainnya, Yana Apriana dan Widi Kurniawan mereka dari jam 4 telah berada di stasiun hebat bukan? Ternyata disana kami hanya menunggu para “Aliansi” siapa kah mereka? Mereka juga orang tangguh lainnya, mereka adalah Rifki, Agung, Sandi mereka memiliki 1 mantan yang sama jadi disitulah mereka mendapat julukan Aliansi dari ku. Setelah mereka tiba kami pun langsung memesan kendaraan yang sama seperti sebelumnya, dan aku pun tetap 1 mobil bersama orang-orang yang menginap di kosanku hanya saja Eko sendiri yang berbeda mobil, kenapa? karena tiada lagi yang tahu tempat selain Eko. Setibanya di pelabuhan kami bingung, dimana wanita-wanita yang telah meninggalkan kami? dimana mereka? dan akhirnya aku menelpon salah seorang dari mereka dan ketemu!!! Itu mereka dan semua itu seperti bahagia sekali, pertemuan yang di idam idamkan pun telah terjadi telah berkumpul.
Dari situ kami langsung memasuki kapal, yeahhhh!!! Liburan indah bersama para manusia tangguh pun akan segera dimulai. Kami menaiki kapal, kami mencari tempat untuk duduk, awalnya kami kira di atas kapal itu dilarang dan kami pun menuju kabin bawah, dan menempati tempat duduk, tempat duduk yang ku pilih berada di dekat jendela karena aku ingin menikmati laut ya laut, hasil karya Allah yang terindah lainnya selain Langit. Sebelum berangkat kami sempat ber foto-foto ria, kami sempat mengabadikan momen kebahagian itu.

IMG_20151224_065716_1      IMG_20151224_065432

Beberapa menit kemudian kapalpun siap untuk berangkat. Di dalam kapal kami bersenda gurau, melepas kerinduan, memecah kebisingan mesin kapal, membuat sekitar kami heran, begitu banyak, heboh, kocak, bocah ya begitu lah kami, mungkin sedikit tidak tahu malu, tetapi dari situ ada seseorang yang kagum dengan kami, dengan kekeluargaan kami dengan kebersamaan kami. Di sana ada beberapa orang yang membawa begitu banyak makanan seperti Widi, Annas bahkan Rahmat yang menjual Pangsit Kabab nya pun memberikannya dengan cuma-cuma dan membagikannya, betapa tidak bangga kami memiliki seseorang demisioner ketu osis seperti dirinya, demisioner itu apa? dari awal kalian membaca kata itu bukan? Ya intinya kami seperti alumni atau purna dari OSIS SMK Wikrama Bogor Angkatan ke 5 maka dari itu kami pun memeiliki julukan Demis V. Setengah perjalanan lau terasa berombak besar tetapi ombak itu begitu indah, buih yang di hasilkan langit yang cerah dan burung-burung yang beterbangan kesana kemari membuat lebih hidup perjalanan ini.  Di situ lah aku mendapatkan ide untuk membuat sebuah kado kepada seseorang, ya seseorang.

IMG-20151226-WA0104IMG20151224100408

 

 

 

 

 

 

Ya itulah kado yang pertama kali aku berikan dengan kesederhanaan.
90 menit telah berlalu, kapal pun mulai merapatkan diri ke dermaga dan setibanya kami di Pulau Pari kami di jemput oleh Tour Guide dari Travel kami awal kami kenal merasa asyik dengan mas ini, friendly dan sopan, dan kami pun di antar menuju Homestay oh iya ketika kami vote dan bertemu itu untuk apa? apa tujuannya? Kami merundingkan tentang penginapan nanti ber Ac atau tidak dan sebgainya, sesampainya di homestay ternyata kami mendapat kan yang ber AC padahal sejak awal kami sepakat untuk non AC mungin sudah takdir nya agar kami tidak ber panas-panas ria, dan lebih hebatnya homestay wanita dan pria di pisah, padahal kami kira bakal di satukan, karena dulu ketika kami sering membuat acara di sekolah kami sering tidur dalam 1 ruangan yang sama, mungkin hal itu tidak bisa dilakukan seperti dulu. Dan sesampainya di homestay masing-masing kami mulai berkemas.

To be Continued.

Akhir untuk awal yang indah part 1

Apakah kalian pernah merasakan kejenuhan? jenuh dalam hal apapun. Pasti jawabannya ya, ya begitulah yang diri ini rasakan ketika bulan Desember 2015 lalu, bulan bulan penuh harap bagi ku, bulan bulan ingin melepas kejenuhan, kerinduan bahkan mungkin penyemangat kembali. Ada apa dengan bulan itu? apa yang terjadi? di bulan itu diri ini bersama dengan sebagian dari malaikat-malaikat penolong, keluarga ke 2 ku, ya tepat sekali Demisoner V bersama mereka, orang-orang terhebat yang ku punya, kami melakukan “tadabur alam” kami travel untuk pertama kalinya dengan jumlah yang tidak sedikit.

2 bulan lalu sebelum keberangkatan.

A : “Eh guys gimana kalo kita liburan yu pas natal? libur semua kan?”
I : “Wah ide bagus, gimana kalo kita ke pulau pari?”

Dari percakapan di group facebook sederhana itu lah kami mulai membahas soal itu setiap hari walau kadang menyimpang kemana-mana nah disitulah seru dan bahagianya diri ini, ketika kami harus serius tapi di selingi candaan ringan, candaan yang sekana menambah semangat untuk bertemu dan mengisi energi masing-masing. Dari situ setiap bagian dari kami mencari usul paket travel yang tepat, paket travel murah tetapi lengkap, pasti setiap orang menginginkan itu, dan akhir dari semua itu, salah satu dari kami mendapatkan paket tersebut, murah dan lengkap. Maisah ya seorang wanita tegas dan berkepribadian “galak” ini yang mendapatkan info paket tersebut, dia yang mengurusi soal paket travel dan selalu menghubungi guide tersebut, dan dari situ kami mulai mengadakan vote, pertemuan, dan untuk menyebarkan info tentang liburan ini. Dan sampailah dimana terkumpul orang-orang yang ikut sekitar 19 orang jika tidak salah, sebenarnya banyak yang ingin ikut tetapi, waktu dan keadaan mungkin yang belum mengizinkan yang lain ikut.

23 Desember 2015.

Hari itu aku izin tidak masuk kerja, mengapa? Aku ingin mempersiapkan diri untuk semuanya dan hari itu akupun berjanji untuk mengantarkan seseorang wanita hebat lainnya, seorang wanita tangguh, kreatif, inovatif, bahkan jadi rebutan setiap pria ya, Ika Fitria Nur Ayu Ningrum aku telah berjanji untuk mengantarkannya menuju kosan Maisah, kenapa? untuk apa? Karena kami semua harus berada di pelabuhan pada pukul 06:00 pagi maka dari itu semua harus berangkat dari Jakarta setiap dari kami. Aku pun menjemput dia di stasiun Bogor pada pukul 17:00 telah sampai, dan benakku pun bertanya “Janji setelah maghrib tetapi, saat ini telah tiba, apa yang harus aku lakukan? kemana harus melangkah?” hingga akhirnya tangan Allah pun bekerja, hati ku di gerakkan untuk mengunjungi sebuah kenangan, ya kenangan yang akan selalu kusimpan “Mesjid Balaikota Bogor” di sanalah aku melangkahkan kaki, tempat aku melewatkan Shalat ketika PKL (Praktek Kerja Lapangan) tempat dimana saling bertukar fikiran bersama salah seorang sahabat yang begitu berpengaruh di hidup ini. Disana aku mengingat semuanya, tersadar apa tujuan ku setahun silam. Dan tiba saat nya aku pun telah bertemu dengan Ika, yang di antar oleh Ayah nya, dan disitu aku menjelaskan semuanya kepada ayahnya tentang perjalanan malam ini.

Perjalanan malam.

Ketika menunggu kereta, kami saling cemas, “apakah ada kereta malam ini? selarut ini?” ya malam itu sekitar pukul 19:30 kami menunggu dengan cemas, sampai akhirnya pun datang sesuatu yang telah ditunggu, dan ketika di dalam kereta, kami melakukan sedikit “permainan” mengasah otak, menguji kemampuan.
*beberapa saat kemudian*
Ika : “Aser liat deh anak kecilnya lucu”
Aku : “Iya yah lucu kaya ika hahaha” sedikit humor untuk menghilangkan kebisingan suara kereta
Ika : ” Foto ser fotoin”
Aku : “Siap”
Mungkin itu sedikit ke jahilan kami, memotret sesosok anak kecil yang begitu imut dan lucu, setelah beberapa saat itu, Ika pun risih dan dia bercerita bahwa ada seseorang yang memperhatikan ku, dan akupun memberitahu agar tenang dan semuanya biasa saja.
Ketika telah tiba di stasiun Duri kami pun melanjutkan transit untuk menaiki kereta tujuan Tangerang, kemana tujuan akhir sebenarnya? Stasiun pesing dimana stasiun terdekat dengan kosan Maisah. Dan stelah sampai pesing, aku pun mengambil motor yang telah ku titipkan, lalu melaju menuju daerah kosan Maisah. Setelah itu aku pun langsung melaju menuju stasiun cawang, untuk apa ? *lagi
Oh ya sebelumnya sudah ada beberapa orang lain yang ikut menginap di kosan ku, yaitu Eko Afrian, Indra Aries Sandi dan Andre Annas, mereka telah tahu kosan ku karena pernah berkunjung, dan juga karena sebelumnya kami sudah melakukan survey dan itupun bersama yang menginap di kosan ku, dan sebelum aku menjemput Ika pun aku telah memberikan kunci kosan kepada Eko Afrian.
Disaat yang lain sedang menunggu di kosan ku. Aku pun menjemput 2 orang hebat lagi, 2 orang terhebat lagi yang aku miliki.
Mereka adalah Rahmat Sahrudin, dan Alpiansyah, ya aku pun dengan kecepatan maksimal menarik pedal gas, tetapi tetap saja membuat mereka menunggu. Sesampainya di stasiun Cawang aku pun mengantar Rahmat terlebih dahulu, karena dia membawa sebungkus “usaha” ya Pangsit Kabab nya. Setelah sampai di kosan aku pun sesegera mungkin menjemput Alpiansyah dan diperjalanan aku ingat bahwa belum mengisi perut sejak tadi siang dan aku pun mengajak nya untuk makan nasi goreng dan akhirnya kami pun makan setelah itu sampai di kosan aku pun telah berhasil menjemput mereka semua dengan selamat, walau malam telah larut. Setelah semua berkumpul tidak ada yang bisa tidur selain Rahmat, semua bersenda gurau, memecah hening malam, karena jarang sekali kami bisa berkumpul seperti ini hingga akhirnya Alpiansyah pun tertidur, sementara Rahmat dan Alpin terlelap Eko, Indra, dan Annas memutuskan untuk mencari udara segar pada pukul 2:00 pagi, mereka tidak menghiraukan jam maupun keadaan karena waktu bersama dan lengkap ketika SMK itu sangat jarang sekali. Selagi mereka pergi kemana aku? apa yang ku lakukan? Aku berpikir tidak ingin tidur, tidak ingin meninggalkan sedetik pun bersama mereka tetapi karena kosan pun hening maka aku pun terlelap dengan sendirinya.

To be Continued.

Cinta

Cinta sebuah kata yang begitu rumit untuk di paparkan, sebuah kata yang memiliki beribu makna bahkan jutaan, mengapa begitu? Cinta sendiri dapat di artikan bagaimana pemikiran dan sudut pandang masing-masing juga, ketika cinta itu indah, itu bagi orang yang mendapatkan cinta sejatinya, dan ketika cinta itu sedih, buruk, “galau” mungkin cinta seperti itu menurut orang yang gagal dalam percintaan.

Menurut aku sendiri cinta adalah perasaan dimana ada rasa ingin memiliki, melindungi, dan memperbaiki orang yang di cintai. Cinta itu tidak selalu harus kepada lawan jenis, cinta itu tidak harus selalu mengenai “pacar”. Keluarga,sahabat mereka pun berhak atas cinta itu sendiri, mungkin cinta nya memang berbeda, tidak seperti kepada lawan jenis, tidak begitu berlebihan dan bernafsu.

Berlebihan? Bernafsu? Jelas, ketika seorang insan manusia mencintai lawan jenisnya, pasti mereka ingin saling memiliki, dan sampailah adanya “pacaran”, sebelum pacaran pasti mereka saling mengenal terlebih dahulu atau pedekate, nah disaat pedekate itu mereka saling menceritakan kehidupan satu sama lain, setelah itu “jadian”. Nah ketika semua proses itu telah di lewati pasti ada perkataan atau perlakuan dari mereka yang menunjukkan sikap tidak senonoh, bermesraan dan semacam nya. Apakah itu hakikat cinta sendiri? apakah itu cinta sejati? Tidak! Menurut ku “Cinta itu suci maka kita harus menjaga kesuciannya” nah dari opini tersebut bisa diartikan cinta yang sesungguh nya itu adalah bagaimana satu sama lain bisa saling memperbaiki, bukan saling menjerumuskan ke lembah dosa.

1. Al-Isra`: 32

“Dan janganlah kalian mendekati perbuatan zina, sesungguhnya itu adalah perbuatan nista dan sejelek-jelek jalan.”

2. An-Nur ayat 30:

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”

3. An-Nur ayat 31:

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung

4. “Jangan sekali-kali salah seorang kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali bersama mahram.” (Muttafaq ‘alaih, dari Ibnu‘Abbas.R.A)

5. “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan sekali-kali dia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa disertai mahramnya, karena setan akan menyertai keduanya.” (HR. Ahmad)

6. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:“Telah ditulis bagi setiap Bani Adam bagiannya dari zina, pasti dia akan melakukannya, kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lidah(lisan) zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang, kaki zinanya adalah melangkah, sementara kalbu berkeinginan dan berangan-angan, maka kemaluan lah yang membenarkan atau mendustakan.”

Kutipan diatas adalah beberapa dari Firman Allah dan Hadist tentang larangan pacaran sendiri. Nah apabila agama pun telah menjelaskannya apakah kita tidak menghiraukan itu? apakah agama hanya sebagai tontonan, sedangkan budaya barat sebagai tuntunan? Jawab dalam diri kalian masing-masing! Pacaran bukan lah hal yang wajar tetapi masyarakat sendiri yang membuat itu wajar.

Bayangkan, ada seorang laki-laki dia begitu mencintai seorang wanita yang shalehah, yang baik, yang anggun dan lelaki tersebut ingin melindungi dan menjaganya, dimulailah pendekatan mereka, dari hal kecil, bertemu setiap hari, bercanda gurau, dan ketika masa-masa tersebut telah dilewati selama 3 bulan akhirnya mereka pun saling memberitau perasaan masing-masing ternyata mereka saling jatuh cinta, tetapi sang wanita enggan bila harus pacaran, dan lelakinya pun menyetujui untuk tidak pacaran tetapi hanya dekat, dan hal aneh nya ketika mereka tidak “pacaran” perlakuan mereka layaknya seorang pacaran, setiap hari memberi kabar, setiap waktu memikirkannya, sampai pada akhirnya ada masa dimana sang lelaki tersadar bahwa mencintai lawan jenis tidak seperti ini, bukan mengumbar kata-kata mesra setiap hari, saling memberi kabar setiap hari, tapi saling memperbaiki tetapi ketika mereka menjalaninya, sang lelaki merasa tidak ada yang berubah semua hal sama seperti pertama bertemu, sampai pada akhirnya sang lelaki pun memutuskan untuk memberi tahu si wanita untuk memperbaiki diri masing-masing, walau pahit tetapi sang lelaki sadar cinta itu suci maka harus dijaga kesuciannya. Nah dari situlah dia mencoba meng ikhlaskan sang wanita, memperbaiki diri, menambah ilmu untuk masa depan, ketika semua itu telah biasa dan telah berjalan kembali seperti semula seperti sang lelaki itu tidak mengenal wanita tersebut, tiba-tiba setelah 1 tahun lebih sang wanita kembali menghubungi lelaki tersebut, dan lelaki itu pun terkejut, teringat kembali hal-hal indah bersama sang wanita, kembali lagi sang lelaki terjerat masalalu, di saat seperti ini lah peran sahabat begitu dibutuhkan, sang lelaki tersebut bercerita kepada sahabatnya dan akhir nya sahabatnya pun memberi pendapat untuk melupakannya dalam beberapa saat bukan berarti memutuskan tali silaturahmi tapi hanya melupakan agar rasa itu tidak kembali. Dan akhirnya sang lelaki tersebut bisa melewati semuanya, bisa melupakan kenangan tersebut, tidak bukan melupakan tetapi berdamai dengan kenangan indah tersebut dan dia sadar, apabila sudah waktunya, dia akan mendapatkan jodohnya bukan dengan jalan hina tetapi dengan jalan Allah.

Karena tulang rusuk tidak akan pernah tertukar.

Dari cerita diatas dapat disimpulkan, begitu banyak godaan dalam perasaan cinta sendiri, ketika sang lelaki sudah sadar tetap godaan itu kembali dan datang tetapi semua itu bisa di tangani oleh sang lelaki hanya karena ia memiliki sahabat, ada pepatah mengatakan “Apabila kita berteman dengan penjual minyak wangi, maka kitapun akan terkena wanginya” Dari pepatah itu bisa disimpulkan, apabila kita berteman atau bersahabat dengan orang baik maka kita pun akan tertular kebaikannya.

Cintailah sesuatu berlandaskan Allah niscaya hati akan damai, dan ketika sesuatu itu mengecewakan kita tetap dapat bersyukur.

Begitulah cinta 1 kata penuh makna.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑