Cari

Coretan Kehidupan

Berdamai dengan keadaan dan memeluk erat kebencian.

Kategori

Religius

Bersyukur

Tuhan, hari ini aku bersujud menghadap mu, aku merintih dalam hening doaku, ketika aku sedang menyembahmu, semua tentang diri ini terkenang, terulang dalam pikiran ini begitu saja, aku tak tau apa yang sedang terjadi saat itu, yang aku tahu aku hanya berdoa dan memohon kepadamu untuk menjaga semua orang yang telah memperlakukan ku begitu amat baik, sangat menghargaiku, dan mau menerima diri ini. Selain itu akupun begitu bersyukur telah di lahirkan dalam keadaan normal, bersama lingkungan yang begitu banyak mengajariku dasar dari kehidupan yang kini kujalani, Bersyukur pula telah kau pertemukan aku dengan berbagai macam orang baik dan bisa menerima keadaanku saat ini, tanpa memandang kondisi fisik yang dulu pernah ku benci. Aku bisa bertemu dengan Dzukfikar, Heni, Ina, Maya, Utari, Arif, Dika, Achla, Aul, Venny, Satria, Alpiansyah, Eko, Indra, Annas, Ika, Seluruh Demisioner V, mereka semua, karena mereka aku bisa bertahan hingga saat ini, entah apa jadinya bila aku tidak bertemu dan mengenal mereka. Rencamu untukku begitu indah Tuhan, kehidupan yang kau berikan begitu penuh perjuangan, dan dari situ aku bisa belajar menghargai perasaan orang lain, dari semua yang KAU berikan ini aku tau waktu sangat amat begitu berharga.
Dan kinipun KAU berikan lagi keindahan hidup itu kepadaku, kau mempertemukan ku dengan teman satu kampus yang bisa menerimaku apa adanya, Tatan, Juli, Fikri Amrullah, Cahyo, Cahyadi, Harisun, Aryo, Bayu, Rizki, Risca, Sarip, Ria, Meyta, Iwan, mereka hanya sebagian orang yang menghargai keberadaanku, mereka yang tidak pernah menghina aku sedikit pun dan apapun itu, aku begitu bersyukur Tuhan.

Dan ku mohon, jagalah mereka semua, berikan kebaikan kepada mereka, aku tau semua yang kau tunjukkan ini adalah semata-mata perjalanan dan pelajaran hidup yang harus ku lalui.

Hidup terasa berarti bersama orang yang mampu menerima mu

– Ashari Fauzi

Jaga pula Ibu dan Ayahku, adik-adikku, dan keluarga ku yang lain Tuhan.

Terimakasih atas semua perjalanan dan pelajaran ini.

Cinta

Cinta sebuah kata yang begitu rumit untuk di paparkan, sebuah kata yang memiliki beribu makna bahkan jutaan, mengapa begitu? Cinta sendiri dapat di artikan bagaimana pemikiran dan sudut pandang masing-masing juga, ketika cinta itu indah, itu bagi orang yang mendapatkan cinta sejatinya, dan ketika cinta itu sedih, buruk, “galau” mungkin cinta seperti itu menurut orang yang gagal dalam percintaan.

Menurut aku sendiri cinta adalah perasaan dimana ada rasa ingin memiliki, melindungi, dan memperbaiki orang yang di cintai. Cinta itu tidak selalu harus kepada lawan jenis, cinta itu tidak harus selalu mengenai “pacar”. Keluarga,sahabat mereka pun berhak atas cinta itu sendiri, mungkin cinta nya memang berbeda, tidak seperti kepada lawan jenis, tidak begitu berlebihan dan bernafsu.

Berlebihan? Bernafsu? Jelas, ketika seorang insan manusia mencintai lawan jenisnya, pasti mereka ingin saling memiliki, dan sampailah adanya “pacaran”, sebelum pacaran pasti mereka saling mengenal terlebih dahulu atau pedekate, nah disaat pedekate itu mereka saling menceritakan kehidupan satu sama lain, setelah itu “jadian”. Nah ketika semua proses itu telah di lewati pasti ada perkataan atau perlakuan dari mereka yang menunjukkan sikap tidak senonoh, bermesraan dan semacam nya. Apakah itu hakikat cinta sendiri? apakah itu cinta sejati? Tidak! Menurut ku “Cinta itu suci maka kita harus menjaga kesuciannya” nah dari opini tersebut bisa diartikan cinta yang sesungguh nya itu adalah bagaimana satu sama lain bisa saling memperbaiki, bukan saling menjerumuskan ke lembah dosa.

1. Al-Isra`: 32

“Dan janganlah kalian mendekati perbuatan zina, sesungguhnya itu adalah perbuatan nista dan sejelek-jelek jalan.”

2. An-Nur ayat 30:

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”

3. An-Nur ayat 31:

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung

4. “Jangan sekali-kali salah seorang kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali bersama mahram.” (Muttafaq ‘alaih, dari Ibnu‘Abbas.R.A)

5. “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan sekali-kali dia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa disertai mahramnya, karena setan akan menyertai keduanya.” (HR. Ahmad)

6. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:“Telah ditulis bagi setiap Bani Adam bagiannya dari zina, pasti dia akan melakukannya, kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lidah(lisan) zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang, kaki zinanya adalah melangkah, sementara kalbu berkeinginan dan berangan-angan, maka kemaluan lah yang membenarkan atau mendustakan.”

Kutipan diatas adalah beberapa dari Firman Allah dan Hadist tentang larangan pacaran sendiri. Nah apabila agama pun telah menjelaskannya apakah kita tidak menghiraukan itu? apakah agama hanya sebagai tontonan, sedangkan budaya barat sebagai tuntunan? Jawab dalam diri kalian masing-masing! Pacaran bukan lah hal yang wajar tetapi masyarakat sendiri yang membuat itu wajar.

Bayangkan, ada seorang laki-laki dia begitu mencintai seorang wanita yang shalehah, yang baik, yang anggun dan lelaki tersebut ingin melindungi dan menjaganya, dimulailah pendekatan mereka, dari hal kecil, bertemu setiap hari, bercanda gurau, dan ketika masa-masa tersebut telah dilewati selama 3 bulan akhirnya mereka pun saling memberitau perasaan masing-masing ternyata mereka saling jatuh cinta, tetapi sang wanita enggan bila harus pacaran, dan lelakinya pun menyetujui untuk tidak pacaran tetapi hanya dekat, dan hal aneh nya ketika mereka tidak “pacaran” perlakuan mereka layaknya seorang pacaran, setiap hari memberi kabar, setiap waktu memikirkannya, sampai pada akhirnya ada masa dimana sang lelaki tersadar bahwa mencintai lawan jenis tidak seperti ini, bukan mengumbar kata-kata mesra setiap hari, saling memberi kabar setiap hari, tapi saling memperbaiki tetapi ketika mereka menjalaninya, sang lelaki merasa tidak ada yang berubah semua hal sama seperti pertama bertemu, sampai pada akhirnya sang lelaki pun memutuskan untuk memberi tahu si wanita untuk memperbaiki diri masing-masing, walau pahit tetapi sang lelaki sadar cinta itu suci maka harus dijaga kesuciannya. Nah dari situlah dia mencoba meng ikhlaskan sang wanita, memperbaiki diri, menambah ilmu untuk masa depan, ketika semua itu telah biasa dan telah berjalan kembali seperti semula seperti sang lelaki itu tidak mengenal wanita tersebut, tiba-tiba setelah 1 tahun lebih sang wanita kembali menghubungi lelaki tersebut, dan lelaki itu pun terkejut, teringat kembali hal-hal indah bersama sang wanita, kembali lagi sang lelaki terjerat masalalu, di saat seperti ini lah peran sahabat begitu dibutuhkan, sang lelaki tersebut bercerita kepada sahabatnya dan akhir nya sahabatnya pun memberi pendapat untuk melupakannya dalam beberapa saat bukan berarti memutuskan tali silaturahmi tapi hanya melupakan agar rasa itu tidak kembali. Dan akhirnya sang lelaki tersebut bisa melewati semuanya, bisa melupakan kenangan tersebut, tidak bukan melupakan tetapi berdamai dengan kenangan indah tersebut dan dia sadar, apabila sudah waktunya, dia akan mendapatkan jodohnya bukan dengan jalan hina tetapi dengan jalan Allah.

Karena tulang rusuk tidak akan pernah tertukar.

Dari cerita diatas dapat disimpulkan, begitu banyak godaan dalam perasaan cinta sendiri, ketika sang lelaki sudah sadar tetap godaan itu kembali dan datang tetapi semua itu bisa di tangani oleh sang lelaki hanya karena ia memiliki sahabat, ada pepatah mengatakan “Apabila kita berteman dengan penjual minyak wangi, maka kitapun akan terkena wanginya” Dari pepatah itu bisa disimpulkan, apabila kita berteman atau bersahabat dengan orang baik maka kita pun akan tertular kebaikannya.

Cintailah sesuatu berlandaskan Allah niscaya hati akan damai, dan ketika sesuatu itu mengecewakan kita tetap dapat bersyukur.

Begitulah cinta 1 kata penuh makna.

Bersyukur

Menurut kalian,
Kapan kalian merasa bersyukur ? apakah ketika mendapatkan sesuatu hal indah yang telah di dapatkan? atau kejadian yang indah yang telah di lalui? *silahkan merenung beberapa saat.

Bersyukur seharusnya di lakukan setiap saat, setiap nafas berhembus, setiap darah mengalir, setiap mata berkedip, setiap jantung berdetak, setiap kaki melangkah, setiap logika berfikir, setiap mendapatkan cinta, kasih sayang.

Sadarkah kita sebagai manusia akan hal itu? hal kecil dan sepele tetapi sangat berarti, ya hal kecil itu saja bisa membuat kita bersyukur, maka dari itu, bersyukurlah setiap saat, pujilah Allah tuhan semesta alam, agung kan lah DIA, karena nya kita dapat hidup hingga saat ini.

Oh iya, terkadang kita pun hanya bersyukur disaat ada kebahagiaan menjumpai kita, ketika hal baik telah terjadi kepada kita, sebenarnya hal itu tidak salah tetapi kurang tepat, mengapa? Ya, karena setiap hal baik belum tentu baik menurut Allah, setiap hal buruk belum tentu buruk menurut Allah hanya logika manusia saja yang selalu menganggap hal baik adalah baik untuk kita. Contohnya saja disaat kita di jauhi teman, apakah itu hal buruk? maka kita harus mengeluh? Salah besar apabila jawabannya adalah iya, padahal dari hal itu kita bisa tau mengapa kita di jauhi teman, mengapa tidak ada yang memperdulikan kita, jadi bisa di simpulkan sendiri bukan? kapan kita harus bersyukur.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. 31:14)

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (QS. 3:144)

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”(QS. 14:7)

Diatas adalah beberapa Firman Allah s.w.t tentang bersyukur.

Damai akan di dapatkan, hidup akan tenang dan urusan akan di permudah melalui Bersyukur.

Dulupun aku belum tahu apa itu bersyukur, dan sampai sekarang pun aku masih belajar untuk bersyukur, di setiap saat kita lalui setiap saat ki jalani dan setiap masalah kita hadapi apabila dilihat dari sudut pandang positif sebenarnya banyak yang akan kita dapatkan.

Hanya orang-orang yang dapat melihat dengan sudut pandang positif dalam suatu masalah lah dapat belajar Bersyukur.

 

Blog di WordPress.com.

Atas ↑