Malam ini semua terasa panjang bahkan sangat begitu amat panjang untuk ku jelaskan.

Aku dan kisah hidupku.

Laki-laki yang memperjuangkan hidupnya untukk ibu aku dan adik-adikku berasal dari daerah Sumatera Barat, beliau rela mengabdikan separuh hidupnya, jiwa raganya, hanya untuk keluarga nya, kucuran keringat dari tubuhnya begitu terasa kini, betapa tidak, hari ke hari beliau memikirkan untuk kehidupan kami, untuk pendidikan aku dan adik adikku, banting tulang, kesana kemari, hanya demi sesuap nasi dan secercah sinar yaitu pendidikan untuk kami anak-anak nya, aku sadar beliau begitu menyayngi kami, aku sadar beliau bangga terhadap ku, karena kini aku sedang melakoni impian terbesarnya, dan begitu mulia, ya, belliau menginginkan pendidikan terbaik untuk ku. Walau dulu aku betapa membencinya, tak pernah satu hari pun bertukar pikiran dengannya, tak pernah beliau merasa bangga, tapi itu dulu hanya anggapan seorang bocah, tetapi kini aku sadar, betapa sulit mengungkapkan semua isi hati apabila telah menemukan arti dewasa, betapa sulit mengungkapkannya.

Sosok wanita ini di lahirkan di Sumatera Utara sama dengan tempat lahirku, namun beliau berasal dari Jawa Tengah, dari rahimnya aku lahir, berkat didikan dan kasih sayangnya aku bisa sampai sejauh ini dari nya, dia rela menanggung malu untuk anak-anaknya, dia rela mengorbankan hidup dan mati nya demi aku dan adik-adikku, dia sangat ikhlas menyuci baju kami sekeluarga setiap hari, memasak masakan terlezat yang aku dan keluarga ku santap, memanage keuangan keluarga, memberikan pendidikan terhadap anak-anaknya, walau semua itu tak kami hiraukan, tak kami apresiasikan dengan apapun, tetapi beliau tetap ikhlas menjalani semua, semua yang beliau lakukan. Ibu, ibu, ibu mungkin beliau wanita terbaik, ter ikhlas, tangguh yang aku miliki saat ini, wanita yang menularkan betapa banyak virus kebaikan yang ku miliki saat ini.

Aku di besarkan oleh kedua orang hebat tersebut, aku belajar apa arti keluarga, pendidikan, etika, moral, agama dari mereka, aku sendiri pun di lahirkan di tempat yang sama dengan Ibu ku, Sumatera Utara, tanah kelahiranku, walau hanya 1 bulan setelah lahir aku berada disana, tetapi jiwa ini tetap menganggap itu adalah tanah kelahiran ku, aku dibesarkan di bogor dan memiliki 2 orang adik, mungkin hubungan aku dan adik ku tak seindah hubungan persahabatan ku, namun aku tau mereka tetap adikku.

Suatu ketika aku menginginkan rasanya memiliki seorang kakak, ingin tahu bagaimana menjadi adik, dan di lindungi oleh sang kaka, mungkin itu telah terwujud, dan kini aku memiliki 2 orang yang telah aku anggap sebagai kakakku, Arif dan Tatan, mereka telah banyak menorehkan makna kaka di kehidupan ku ini.

Tetapi kini yang bisa ku lakukan hanyalah menjaga dan mendoakan kalian agar tetap bisa bersamaku, andai saja bisa aku ingin, aku saja yang terlebih dahulu meninggalkan kalian.

Karena aku tak sanggup di landa kesedihan karena pahitnya perpisahan

Iklan