Senja ini, dimana dedaunan menari dengan indah karena sautan sang udara yang menyejukan, karena sapaan sang angin yang sedikit kencang, dalam waktu bersamaan pun perasaan, hati, dan pikiran ini seperti disapa oleh lantunan musik yang menyayat hati, musik yang membawa kepada masa lalu, musik yang pernah ku dengarkan bersama seorang malaikat ku, bersama ibu , aku mendengarkan musik dari salah satu film, dulu aku tak tau mengapa ibu ku sedih ketika menonton film, dan kini aku pun tau, aku pun telah mengerti apa yang ibu ku rasakan dulu, ketika hanya menonton sebuah film dan memaknainya.

Pengalaman hidup, hal itu yang membuat setiap orang bisa merasakan hal yang terdapat di film, bahkan di novel sekalipun, dan begitulah, beginilah, apapun ini dan itu tetap ini lah hidup, semua terbungkus oleh logika dan perasaan.

Terkadang ada perasaan yang disembunyikan, terkadang ada pengalaman hidup yang ingin di lupakan, tetapi semua itu sangat sulit untuk dilupakan, di sembunyikan begitupun yang kurasakan kini.

Tentang dirinya yang akan selamanya berada di memori dan perasaan ini, seseorang yang membuat ku nyaman, dia yang membuatku harus berjuang sampai saat ini, tetapi kini ia telah bersama lelaki lain, bersama lelaki yang lebih baik dariku mungkin dan itu pun semua karena salahku, kini aku hanya bisa menyimpannya dalam hati, perasaan, dan logika ini.

Dia? siapa dia? Aku bertemu dengannya ketika melaksanakan Praktek Kerja Lapangan, dia setiap hari memberi ku tugas, berinteraksi dengannya, bercanda bersamanya, 3 bulan, waktu yang singkat? sangat singkat bagi ku dan dia, sangat singkat untuk saling bertemu, untuk saling mengenal, sampai suatu hari pun aku harus merelakannya, untuk menggapi cita-citaku, untuk memperbaiki jasad dan rohani ini, hanya untuk dirinya kelak, tetapi mungkin semua itu rencana yang hanya sebuah rencana.

Dia dan lelaki itu telah di restui, sedangkan aku? mungkin tidak, hanya karena usia, hanya karena aku meninggalkannya ketika itu, dan sampai saat ini pun aku belum bisa membuka hatiku, walau ada beberapa yang sempat ingin singgah di perasaan ini, tetapi tetap dia yang selalu aku fikirkan, yang selalu aku kenang, mungkin semuanya hanya untuk di kenang.

Dari semua hal itu aku tidak ingin merencanakan sesuatu, aku ingin agar Allah lah yang menggerakkan hati, dan jasad ini untuk melakukan sesuatu, aku masih takut untuk membuat rencana lagi, apapun itu, hanya menjauhkan diri dari kata kecewa.

Mungkin dia kini menjadi sahabat, atau semacamnya, tetapi dia tetaplah dia yang sama di hati ini, dia yang sama dalam kenangan itu, dia yang sama dalam logika ini.

Mungkin semua telah berakhir, tetapi kenangan itu tak pernah berakhir.

Iklan