Kenyataan akan kehidupaan, tentang tingkatan hidup yang mungkin akan menjadi beban, tentang derajat ilmu yang harus dimiliki, ya inilah hidup sesungguhnya, hidup setelah jenjang Sekolah Menengah Kejuruan itu, mungkin aku telah merasakan mendapatkan biaya kehidupan sendiri, mendapatkan pengalaman yang jauh begitu banyak disini, tetapi ketika aku merasakan semua ini, aku pun harus berjauhan dengan orang-orang yang aku sayangi, orang-orang yang begitu dekat dengan hidup ini, mungkin memang inilah kehidupan perpisahan dan kehilangan, itu yang selama ini selalu menghantui diri ini, terkadang terbayang ketika aku sedang tertawa disini, ketika aku sedang begitu menikmati hidup baru ku, bagaimana orang tua ku? apakah mereka baik-baik saja? apakah mereka sudah makan? apakah mereka bahagia disana tanpa ku? pertanyaan itu seakan menyiksa ketika kehidupan ini aku jalani, pertanyaan yang membuat hari senin ku malas untuk melangkahkan kaki ke kota orang, bukan ketakutan yang lain tetapi ketakutan ini lah yang sering bertanya, baik, akupun harus menenangkan diri menjadi sosok yang tegar dan tangguh, perlahan, 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, 5 bulan, hingga kini 6 bulan, apa? 6 bulan? Ya 6 bulan sudah aku berjuan di kota orang, berjauhan dengan orang tua ku dan belajar melupakan pertanyaan-pertanyaan itu, mungkin telah teratasi dengan selalu memberi kabar kepada mereka. Tetapi malam tadi ketakutan itu seakan datang kembali seakan mengingatkan kembali, sahabat, ya aku mempikan mereka, aku bermimpi yang tidak ingin aku ingat, kehilangan, seseorang yang berpamitan dengan ku, seorang sahabat yang ku anggap sebagai kakak ku yang lain dia berpamitan meninggalkan ku dan menitipkan Demis V kepada ku.

Tuhan hentikan akan mimpi seperti itu, berilah mimpi yang bermanfaat.

Cukuplah sudah aku bermimpi hal seperti ini, kelemahanku saat ini, ya kehilangan, cukup aku kehilangan seorang sahabat, walau dia tidak benar-benar hilang tetapi dia dan aku kini menempuh jalan yang berbeda jalan yang sangat berbeda, dia telah melanjutkan study nya sedangkan aku bekerja, siapa kah dia? dimana dia? seseorang yang membawa ku kepada kebenaran, kepada kehidupan yang lebih baik, sosok yang telah ku anggap kakakku, yang begitu banyak mengajarkan tentang kehidupan, tentang ke tegaran, ke tangguhan., dia kini masih di kota hujan itu, masih disana dia melanjutkan hidupnya, mengapa aku sebut hilang? karena dulu setiap hari, setiap waktu pasti dia yang memberiku nasihat dan begitu banyak pelajaran. Tapi semua itu dulu.

Tuhan walau aku tahu hidup ini ada yang pergi dan datang, tetapi aku mohon, peliharalah, jagalah, berikanlah kesehatan kepada mereka, orang-orang yang begitu ku sayangi, malaikat-malaikat penolong ku, walau aku tau apa itu ikhlas, walau aku tau apa itu tawakal tetapi aku mohon dengan sangat tuhan, lebih baik aku terlebih dahulu yang kau panggil jangan mereka, tanpa mereka hidupku akan terasa begitu sangat hampa, tidak berarti hidup ku tanpa mereka, mohon jaga mereka, orang-orang baik yang ku miliki.

Betapa mudah mencari musuh, tetapi begitu sulit mencari orang-orang yang menyayangimu, jagalah mereka.

Iklan