24 Desember 2015

Ketika pagi itu, dimana Eko, Indra, Annas telah kembali ke kosan ku, akupun terbangun dari tidur singkat ku, ya hanya 60 menit aku mengalami mati sekejap itu, dan aku pun terbangun, begitupun Rahmat lalu kamipun teringat kami belum shalat Isya, lalu kami semua langsung segera ke Masjid yang terletak tidak jauh dengan kosan ku, kami shalat Isya pada pukul 4 dimana adzan Shubuh akan berkumandang, tetapi setelah shalat Isya kami pun kembali lagi menuju kosan ku dan kami siap-siap untuk keberangkatan hari ini. Alpiansyah dan aku hanya mencuci muka saja, begitupun dengan Eko dan Annas tetapi ada 1 hal yang ganjal, Indra, dia malah berkeramas, entah apa alasannya aku tidak tahu jelas. Setelah itu kami siap-siap membawa semua yang akan diperlukan di Pulau nanti, ketika telah beres semua kami langsung menuju Mesjid tempat kami shalat Isya sebelumnya, lalu berjamaah lah mereka. Mereka? aku dimana? aku telah shalat terlebih dahulu karena aku sedang menunggu konfirmasi dari driver salah satu taxi online. Dan kami pun akhirnya di jemput oleh driver tersebut di dekat kosan ku. Lalu kami pun minta di antar menuju Stasiun Jakarta Kota, stasiun? bukannya akan ke pelabuhan? menyebrangi pulau? Ya awal nya kami akan berkumpul di stasiun itu, tetapi para wanita memutuskan langsung menuju pelabuhan, di stasiun telah bertengger 2 makhluk tuhan hebat lainnya, Yana Apriana dan Widi Kurniawan mereka dari jam 4 telah berada di stasiun hebat bukan? Ternyata disana kami hanya menunggu para “Aliansi” siapa kah mereka? Mereka juga orang tangguh lainnya, mereka adalah Rifki, Agung, Sandi mereka memiliki 1 mantan yang sama jadi disitulah mereka mendapat julukan Aliansi dari ku. Setelah mereka tiba kami pun langsung memesan kendaraan yang sama seperti sebelumnya, dan aku pun tetap 1 mobil bersama orang-orang yang menginap di kosanku hanya saja Eko sendiri yang berbeda mobil, kenapa? karena tiada lagi yang tahu tempat selain Eko. Setibanya di pelabuhan kami bingung, dimana wanita-wanita yang telah meninggalkan kami? dimana mereka? dan akhirnya aku menelpon salah seorang dari mereka dan ketemu!!! Itu mereka dan semua itu seperti bahagia sekali, pertemuan yang di idam idamkan pun telah terjadi telah berkumpul.
Dari situ kami langsung memasuki kapal, yeahhhh!!! Liburan indah bersama para manusia tangguh pun akan segera dimulai. Kami menaiki kapal, kami mencari tempat untuk duduk, awalnya kami kira di atas kapal itu dilarang dan kami pun menuju kabin bawah, dan menempati tempat duduk, tempat duduk yang ku pilih berada di dekat jendela karena aku ingin menikmati laut ya laut, hasil karya Allah yang terindah lainnya selain Langit. Sebelum berangkat kami sempat ber foto-foto ria, kami sempat mengabadikan momen kebahagian itu.

IMG_20151224_065716_1      IMG_20151224_065432

Beberapa menit kemudian kapalpun siap untuk berangkat. Di dalam kapal kami bersenda gurau, melepas kerinduan, memecah kebisingan mesin kapal, membuat sekitar kami heran, begitu banyak, heboh, kocak, bocah ya begitu lah kami, mungkin sedikit tidak tahu malu, tetapi dari situ ada seseorang yang kagum dengan kami, dengan kekeluargaan kami dengan kebersamaan kami. Di sana ada beberapa orang yang membawa begitu banyak makanan seperti Widi, Annas bahkan Rahmat yang menjual Pangsit Kabab nya pun memberikannya dengan cuma-cuma dan membagikannya, betapa tidak bangga kami memiliki seseorang demisioner ketu osis seperti dirinya, demisioner itu apa? dari awal kalian membaca kata itu bukan? Ya intinya kami seperti alumni atau purna dari OSIS SMK Wikrama Bogor Angkatan ke 5 maka dari itu kami pun memeiliki julukan Demis V. Setengah perjalanan lau terasa berombak besar tetapi ombak itu begitu indah, buih yang di hasilkan langit yang cerah dan burung-burung yang beterbangan kesana kemari membuat lebih hidup perjalanan ini.  Di situ lah aku mendapatkan ide untuk membuat sebuah kado kepada seseorang, ya seseorang.

IMG-20151226-WA0104IMG20151224100408

 

 

 

 

 

 

Ya itulah kado yang pertama kali aku berikan dengan kesederhanaan.
90 menit telah berlalu, kapal pun mulai merapatkan diri ke dermaga dan setibanya kami di Pulau Pari kami di jemput oleh Tour Guide dari Travel kami awal kami kenal merasa asyik dengan mas ini, friendly dan sopan, dan kami pun di antar menuju Homestay oh iya ketika kami vote dan bertemu itu untuk apa? apa tujuannya? Kami merundingkan tentang penginapan nanti ber Ac atau tidak dan sebgainya, sesampainya di homestay ternyata kami mendapat kan yang ber AC padahal sejak awal kami sepakat untuk non AC mungin sudah takdir nya agar kami tidak ber panas-panas ria, dan lebih hebatnya homestay wanita dan pria di pisah, padahal kami kira bakal di satukan, karena dulu ketika kami sering membuat acara di sekolah kami sering tidur dalam 1 ruangan yang sama, mungkin hal itu tidak bisa dilakukan seperti dulu. Dan sesampainya di homestay masing-masing kami mulai berkemas.

To be Continued.

Iklan