Apakah kalian pernah merasakan kejenuhan? jenuh dalam hal apapun. Pasti jawabannya ya, ya begitulah yang diri ini rasakan ketika bulan Desember 2015 lalu, bulan bulan penuh harap bagi ku, bulan bulan ingin melepas kejenuhan, kerinduan bahkan mungkin penyemangat kembali. Ada apa dengan bulan itu? apa yang terjadi? di bulan itu diri ini bersama dengan sebagian dari malaikat-malaikat penolong, keluarga ke 2 ku, ya tepat sekali Demisoner V bersama mereka, orang-orang terhebat yang ku punya, kami melakukan “tadabur alam” kami travel untuk pertama kalinya dengan jumlah yang tidak sedikit.

2 bulan lalu sebelum keberangkatan.

A : “Eh guys gimana kalo kita liburan yu pas natal? libur semua kan?”
I : “Wah ide bagus, gimana kalo kita ke pulau pari?”

Dari percakapan di group facebook sederhana itu lah kami mulai membahas soal itu setiap hari walau kadang menyimpang kemana-mana nah disitulah seru dan bahagianya diri ini, ketika kami harus serius tapi di selingi candaan ringan, candaan yang sekana menambah semangat untuk bertemu dan mengisi energi masing-masing. Dari situ setiap bagian dari kami mencari usul paket travel yang tepat, paket travel murah tetapi lengkap, pasti setiap orang menginginkan itu, dan akhir dari semua itu, salah satu dari kami mendapatkan paket tersebut, murah dan lengkap. Maisah ya seorang wanita tegas dan berkepribadian “galak” ini yang mendapatkan info paket tersebut, dia yang mengurusi soal paket travel dan selalu menghubungi guide tersebut, dan dari situ kami mulai mengadakan vote, pertemuan, dan untuk menyebarkan info tentang liburan ini. Dan sampailah dimana terkumpul orang-orang yang ikut sekitar 19 orang jika tidak salah, sebenarnya banyak yang ingin ikut tetapi, waktu dan keadaan mungkin yang belum mengizinkan yang lain ikut.

23 Desember 2015.

Hari itu aku izin tidak masuk kerja, mengapa? Aku ingin mempersiapkan diri untuk semuanya dan hari itu akupun berjanji untuk mengantarkan seseorang wanita hebat lainnya, seorang wanita tangguh, kreatif, inovatif, bahkan jadi rebutan setiap pria ya, Ika Fitria Nur Ayu Ningrum aku telah berjanji untuk mengantarkannya menuju kosan Maisah, kenapa? untuk apa? Karena kami semua harus berada di pelabuhan pada pukul 06:00 pagi maka dari itu semua harus berangkat dari Jakarta setiap dari kami. Aku pun menjemput dia di stasiun Bogor pada pukul 17:00 telah sampai, dan benakku pun bertanya “Janji setelah maghrib tetapi, saat ini telah tiba, apa yang harus aku lakukan? kemana harus melangkah?” hingga akhirnya tangan Allah pun bekerja, hati ku di gerakkan untuk mengunjungi sebuah kenangan, ya kenangan yang akan selalu kusimpan “Mesjid Balaikota Bogor” di sanalah aku melangkahkan kaki, tempat aku melewatkan Shalat ketika PKL (Praktek Kerja Lapangan) tempat dimana saling bertukar fikiran bersama salah seorang sahabat yang begitu berpengaruh di hidup ini. Disana aku mengingat semuanya, tersadar apa tujuan ku setahun silam. Dan tiba saat nya aku pun telah bertemu dengan Ika, yang di antar oleh Ayah nya, dan disitu aku menjelaskan semuanya kepada ayahnya tentang perjalanan malam ini.

Perjalanan malam.

Ketika menunggu kereta, kami saling cemas, “apakah ada kereta malam ini? selarut ini?” ya malam itu sekitar pukul 19:30 kami menunggu dengan cemas, sampai akhirnya pun datang sesuatu yang telah ditunggu, dan ketika di dalam kereta, kami melakukan sedikit “permainan” mengasah otak, menguji kemampuan.
*beberapa saat kemudian*
Ika : “Aser liat deh anak kecilnya lucu”
Aku : “Iya yah lucu kaya ika hahaha” sedikit humor untuk menghilangkan kebisingan suara kereta
Ika : ” Foto ser fotoin”
Aku : “Siap”
Mungkin itu sedikit ke jahilan kami, memotret sesosok anak kecil yang begitu imut dan lucu, setelah beberapa saat itu, Ika pun risih dan dia bercerita bahwa ada seseorang yang memperhatikan ku, dan akupun memberitahu agar tenang dan semuanya biasa saja.
Ketika telah tiba di stasiun Duri kami pun melanjutkan transit untuk menaiki kereta tujuan Tangerang, kemana tujuan akhir sebenarnya? Stasiun pesing dimana stasiun terdekat dengan kosan Maisah. Dan stelah sampai pesing, aku pun mengambil motor yang telah ku titipkan, lalu melaju menuju daerah kosan Maisah. Setelah itu aku pun langsung melaju menuju stasiun cawang, untuk apa ? *lagi
Oh ya sebelumnya sudah ada beberapa orang lain yang ikut menginap di kosan ku, yaitu Eko Afrian, Indra Aries Sandi dan Andre Annas, mereka telah tahu kosan ku karena pernah berkunjung, dan juga karena sebelumnya kami sudah melakukan survey dan itupun bersama yang menginap di kosan ku, dan sebelum aku menjemput Ika pun aku telah memberikan kunci kosan kepada Eko Afrian.
Disaat yang lain sedang menunggu di kosan ku. Aku pun menjemput 2 orang hebat lagi, 2 orang terhebat lagi yang aku miliki.
Mereka adalah Rahmat Sahrudin, dan Alpiansyah, ya aku pun dengan kecepatan maksimal menarik pedal gas, tetapi tetap saja membuat mereka menunggu. Sesampainya di stasiun Cawang aku pun mengantar Rahmat terlebih dahulu, karena dia membawa sebungkus “usaha” ya Pangsit Kabab nya. Setelah sampai di kosan aku pun sesegera mungkin menjemput Alpiansyah dan diperjalanan aku ingat bahwa belum mengisi perut sejak tadi siang dan aku pun mengajak nya untuk makan nasi goreng dan akhirnya kami pun makan setelah itu sampai di kosan aku pun telah berhasil menjemput mereka semua dengan selamat, walau malam telah larut. Setelah semua berkumpul tidak ada yang bisa tidur selain Rahmat, semua bersenda gurau, memecah hening malam, karena jarang sekali kami bisa berkumpul seperti ini hingga akhirnya Alpiansyah pun tertidur, sementara Rahmat dan Alpin terlelap Eko, Indra, dan Annas memutuskan untuk mencari udara segar pada pukul 2:00 pagi, mereka tidak menghiraukan jam maupun keadaan karena waktu bersama dan lengkap ketika SMK itu sangat jarang sekali. Selagi mereka pergi kemana aku? apa yang ku lakukan? Aku berpikir tidak ingin tidur, tidak ingin meninggalkan sedetik pun bersama mereka tetapi karena kosan pun hening maka aku pun terlelap dengan sendirinya.

To be Continued.

Iklan